Penggunaan Cerita dalam Pembelajaran Matematika

Penggunaan Cerita dalam Pembelajaran Matematika - Banyak orang yang beranggapan bahwa pembelajaran matematika itu sangat membosankan. Apakah pendapat ini dapat dibenarkan ? Jawabannya tergantung dari pengalaman orang ketika belajar matematika di sekolah yang tentu saja berbeda-beda.Agar persepsi orang terkait pembelajaran matematika lebih positif, alangkah baiknya guru menggunakan berbagai pendekatan, model, metode, atau strategi belajar matematika yang menyenangkan.

Salah satu strategi pembelajaran matematika yang menyenangkan bagi anak-anak adalah mengajarkan matematika dengan bercerita. Mengajar matematika dengan cara bercerita akan membawa siswa pada situasi yang menyenangkan. Tentu saja, semua guru memahami bahwa anak-anak suka mendengarkan cerita terutama untuk mengusir rasa bosan dalam pembelajaran. Dengan bercerita, sebetulnya guru dapat membentuk ketrampilan berbahasa (aspek mendengarkan/menyimak) sekaligus menanamkan konsep matematika.

Kurikulum 2013 Indonesia memberikan peluang untuk membelajarkan kedua mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika secara bersamaan dalam satu Tema sehingga guru dapat memaksimalkan waktu atau mempergunakan waktu mengajar secara efektif.

Menggabungkan tujuan pembelajaran dari dua mata pelajaran sekaligus akan turut menyederhanakan tugas guru kelas (terutama  bagi guru yang sibuk), sehingga guru menggunakan waktu mengajar sebaik-baiknya.

Salah satu tahap penting untuk kemampuan matematika yang lebih tinggi adalah pemahaman yang dalam tentang garis bilangan (Juga garis bilangan kosong. Untuk membaca lebih lanjut tentang garis bilangan kosong silahkan mengunjungi : Mengenal Garis Bilangan Kosong). Meskipun kadang-kadang semua orang termasuk  para guru tergoda untuk berpikir bahwa garis bilangan hanyalah  berhubungan dengan berhitung, padahal garis bilangan juga membantu ketika akan belajar memahami urutan dan hubungan spasial. Siswa yang memiliki bayangan mental yang kuat terkait garis bilangan akan jauh lebih mampu memanipulasi bilangan dan memiliki pemahaman yang lebih baik ketika mereka bergerak ke arah yang benar dalam memecahkan masalah matematika.
Sumber: etsy.com
Rata-rata, sebagian besar siswa memiliki pengalaman membaca.  Penggunaan bacaan (cerita, biasanya dengan alur yang berurutan) dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan sengaja menggunakan cerita cerita dengan alur tertentu untuk memperkuat keterampilan penggunaan garis bilangan. Misalnya penggunaan cerita bergambar dengan alur sebagai berikut:katak terbang dari rawa-kemudian mendekati rumah penduduk-mencari belalang di halaman rumah penduduk dan seterusnya kembali lagi ke rawa dengan keterangan waktu pada setiap tahapnya. Cerita ini dapat dibuat sebuah garis bilangan dengan urutan tertentu. Pengurutan alur cerita perlu menciptakan hubungan spasial yang memungkinkan anak-anak untuk secara harfiah melihat seberapa jauh peristiwa dari sebuah cerita atau puisi berasal.

Post a Comment for "Penggunaan Cerita dalam Pembelajaran Matematika"