Matematika Apa yang Dipelajari dan Kelak akan dipelajari Anak dari Permainan Jungkat Jungkit ?

Matematika Apa yang Dipelajari dan Kelak akan dipelajari Anak dari Permainan Jungkat Jungkit ? - Pertanyaan  ini banyak muncul di kalangan para guru SD ketika pada kesempatan pelatihan guru saya selalu menganjurkan untuk menggunakan permainan-permainan dalam pembelajaran matematika. Apalagi, saat ini banyak sekolah di flores yang menerapkan Full Day School. Anak akan bosan karena berada di sekolah dalam waktu yang lama. Untuk mengatasi hal ini,  butuh kreatifitas guru untuk menciptakan lingkungan belajar matematika yang tidak membosankan bagi siswa terutama siswa sekolah dasar (coba baca MENCIPTAKAN JOYFUL LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR)


Gambar: Seorang ayah sedang menemani anak bermain jungkat-jungkit
Jika kita perhatikan secara saksama, setiap PAUD atau TK bahkan Sekolah Dasar pasti memiliki sarana bermain luar ruangan seperti ayunan, perosotan, arena memanjat.dan jungkat-jungkit. Kadang-kadang, di kota-kota besar sarana bermain seperti ini mudah ditemukan di taman kota atau ruang terbuka hijau lainnya. Permainan-permainan ini sangat bermanfaat bagi anak anak baik saat usia sekarang maupun saat mereka belajar matematika ketika SD sampai SMA (Baca juga 5 Kegunaan Mainan Sebagai Alat Bantu Belajar)Jungkat-jungkit adalah permainan yang memanfaatkan hukum fisika yaitu hukum gaya (namun saya tidak akan membahas hukum fisika di sini, saya hanya membahasnya dari sudut pandang pembelajaran matematika, walaupun tidak dipungkiri dalam pembahasan tentang gaya ada matematikanya) Sarana-sarana permainan anak, cara bermain dan fenomena-fenomena bermain yang berhubungan dengan sarana permainan di atas tentu saja terekam di benak siswa baik siswa Paud, TK, SD, SMP maupun SMA.

#Fenomena Matematis Permainan Jungkat Jungkit

Jungkat-Jungkit terdiri dari kedua lengan di sisi dengan panjang yang sama dari  poros bagian tengah yang menopang.dua orang pemain akan duduk di kedua sisi.Setelah itu para pemain akan  membuat semacam gerakan dengan menghentakkan kaki ke tanah, dan lengan akan terdorong tergantung kehendak dari kedua pemain ini. Selain itu, banyak variasi ikutan dari permainan ini.

60=25+..... atau 60=25+x, x=.....?
Fenomena matematis yang diambil dari permainan ini adalah ketika tantangan bagaimana membuat kedua lengan seimbang, dua orang anak harus duduk dengan jarak tertentu sehingga membuat jungkat-jungkit menjadi seimbang. Fenomena lainnya adalah Kedua anak dengan berat yang sama duduk pada posisi yang sama berseberangan. Fenomena lainnya adalah bagaimana agar jika dua pemain duduk pada posisi dengan jarak yang sama dari poros dan berat yang berbeda, bagaimana cara menambah beban di salah satu sisi jika mereka menginginkan jungkat-jungkit seimbang. Permainan jungkat-jungkit terekam sebagai bayangan mental (mental imagery) bagi penggunaan alat peraga timbangan bilangan di tingkat yang lebih tinggi.

#Fenomena Matematis Jungkat-Jungkit Untuk Pembelajaran.


Fenomena-fenomena seperti ini dapat mengajarkan anak anak tentang konsep lebih besar, lebih kecil, konsep samadengan, penjumlahan, pengurangan dan lain-lain. Di tingkat yang lebih tinggi, di SMP misalnya, mental imagery yang tertanam sejak usia anak-anak dapat dibangkitkan untuk pembelajaran terkait dengan bagaimana membayangkan jungkat-jungkit ketika sedang belajar sifat urutan atau trikotomi,  persamaan linear dan pertidaksamaan linear.


Kesimpulannya adalah bahwa ketika anak ke sekolah, mereka memiliki pengalaman bermain misalnya jungkat-jungkit. Mereka tidak menyadari bahwa ketika bermain, sebetulnya mereka sedang melakukan matematika. Pengalaman ini sangat baik dijadikan apersepsi pada pembelajaran matematika dengan materi dan tujuan tertentu pada setiap tingkat kelas misalnya dalam pembelajaran aljabar (Coba baca artikel tentang: Beberapa Pengertian atau Konsepsi tentang Aljabar). Ini yang para ahli sebut pengetahuan informal matematika, yang telah ada dan terbentuk dalam kognisi mereka. Merujuk pada teori Piaget, dapat dikatakan bahwa mereka telah memiliki skema terkait konsep tertentu.

Pembelajaran matematika akan bermakna pada anak-anak kalau guru tidak menjauhkan konsep matematika (konsep formal) dengan konsep spontan (pengalaman siswa). Konsep formal matematika yang sangat ilmiah ini (sehingga disebut konsep ilmiah) dapat dipelajari dengan diawali konsep spontan (pengalaman matematika siswa). 

Semoga Bermanfaat !!
loading...

Ingin Tulisan terbaru saya langsung masuk ke email anda ? Silahkan masukan email anda:

0 Response to "Matematika Apa yang Dipelajari dan Kelak akan dipelajari Anak dari Permainan Jungkat Jungkit ?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel